Pasar Tanah Merah Dan Segala Hiruk Pikuknya

12:18:00 AM
Ada makelar, ada penjaga dan juga ada penjual. Ada pula yang sekaligus ketiganya.
Niat saya untuk kembali mengujungi Pasar Tanah Merah akhirnya tercapai. Ya! tadi pagi (12/8) saya akhirnya mengajak Sayadi, untuk menemani saya mencari foto menarik di Pasar ini. 

Teriknya matahari dan macetnya jalanan sepanjang empat kilometer di tanah merah tak menghalani niat kami. Becek karena celattong (tai sapi) bercampur pipis sapi pun kami lewati. Ya momen-momen epic menjelang Idhul Adha di pasar ini tentu tak boleh terlewati.

Pasar Tanah Merah yang kami kunjungi ini merupakan salah satu pasar tradisional terbesar dari sekian banyak pasar tradisional yang ada di Bangkalan. Pasar ini memiliki hari pasaran yakni hari sabtu, yang berarti pada hari tersebut semua orang di Bangkalan dan kadang pula dari Sampang banyak berdatangan untuk melakukan proses jual beli.

Jadi jangan heran jika kalian melewati jalur ini pada hari sabtu, maka akan terjebak oleh macetnya jalan Pasar Tanah Merah. Ya itu tadi penyebabnya. Tapi gak perlu risau, karena hal tersebut tidak berlangsung lama kok. Pada tengah hari sekitar jam dua belas jalanan akan mulai lencar kembali.

Jika kita telusuri, di hari pasaran ini yang dijual oleh masyarakat Bangkalan mayoritas merupakan sapi. Ya, Sapi menjadi sebuah komoditas tersendiri bagi Masyarakat Madura, tak terkecuali Bangkalan. Tidak heran jika Madura terkenal dengan sate daging sapinya yang terkenal maknyus!
Menanti sapinya dihampiri lalu dibeli.
Bagi para pemilik sapi yang ingin sapinya dijual, untuk bisa masuk ke area penjualan sapi ini diwajibkan membayar biaya retribusi sebesar dua belas ribu lima ratus. Setelah masuk, barulah bisa berkumpul dengan membludaknya para penjual dan pembeli sapi lainnya.

Sapi yang dijual mayoritas merupakan sapi asli Madura yang memiliki ciri kulit coklat matang. Ada juga peranakan campuran sapi Madura dengan limusin yang memiliki tubuh jauh lebih besar. Biaya untuk memboyong sapi ini bervariasi mulai dari tujuh juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung umur, bobot dan jenisnya.

Saya sempat bertanya kepada salah satu petugas pasar, saya lupa gak tanya nama. Di pasar tersebut, sedikitnya ada enam ratus hingga delapan ratus ekor sapi yang diperjual belikan. Perputaran uang disana pun bisa mencapai ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah jika mendekati Idul Adha.

Bisnis yang sangat menggiurkan memang.

Diluar semua itu, tentu perlu adanya beberapa perbaikan agar kesemrawutan di daerah tersebut tidak terus terjadi. Salah satu saran saya sih, menggeser pasar untuk lebih ke daerah dalam dan tidak berada di jalan provinsi yang membuatnya macet seperti sekarang ini.

Terus kalau pasarnya dipindah, lahan pasarnya mau dijadikan apa? 
Ya hayuk dipikirkan bersama.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Whizisme
AUTHOR
September 25, 2017 at 7:42 PM delete

Kalau tempatku julan hewan gini namanya Pasar Sapi setiap Sabtu, rame buanget

Reply
avatar