Suka Duka Petugas Sensus Ekonomi 2016

10:08:00 AM
Petugas pencacah Sensus Ekonomi 2016 Kota Tangerang Selatan melakukan pendataan sensus ekonomi pelaku usaha furnitur di kawasan Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada 2 Mei 2016. Foto oleh Muhammad Iqbal/Antara
Sensus Ekonomi 2016 dimulai serentak pada bulan Mei ini. Namun, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mengerti tentang Sensus Ekonomi. Sensus Ekonomi dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

Sensus yang digelar 10 tahun sekali ini tentunya membawa kesan tersendiri bagi para petugas sensus, terkhusus bagi petugas yang terjun langsung ke lapangan seperti Petugas Pencacah Lapangan (PCL) ataupun Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Saya yang juga merupakan salah satu dari ratusan petugas sensus yang ada di Bangkalan, akan berbagi pengalaman yang saya ataupun rekan saya alami selama 2 minggu ini Sensus Ekonomi berjalan. Mari kita ulas satu persatu;
  • Dikira Peminta Sumbangan
Selaku petugas sensus, tentunya kita akan menjelaskan tujuan kita setiap kali mengunjungi tempat yang akan kita sensus. Namun, tak sedikit masyarakat yang menganggap kita sebagai orang yang meminta sumbangan door to door. Hal inilah yang terkadang membuat orang menjadi skeptis bila melihat kita datang.
  • Tidak Dibukakan Pintu
Tidak lepas keterkaitannya dengan hal di atas, banyak orang masih merasa risih dengan kegiatan Sensus Ekonomi yang dirasa menggangu aktifitas mereka. Hal itu dapat dimaklumi jika didasarkan pada ketidaktahuan masyarakat terhadap kegiatan ini. Maka dari itu kita selaku petugas sensus, tidak luput mengucapkan maaf setelah menyensus setiap bangunan yang disensus.
  • Sangkut Paut dengan Pajak
Masyakat menilai kegiatan sensus ini berhubungan dengan pajak, sehingga banyak masyarakat terlebih pengusaha dengan omzet besar ingin menghindari pendataan sensus ini. Padahal dalam tujuan sensus ini tidak tercantum poin sangkut paut dengan pajak. Memang tidak semua, namun hal tersebut tentu membuat petugas sensus mengalami kendala di lapangan.
  • Pemberi Data Kurang Ramah
Entah karena wajah kita yang menyebalkan atau pemberi data yang memah kurang ramah, jelas kita pernah menemui jenis orang seperti ini. Sikap cuek bebek ataupun pemberian data dengan nada-nada sinis masih dapat ditemui oleh rekan-rekan dilapangan. Sebagai petugas sensus tentu kita memaklumi dan menganggap mungkin pas lagi ada masalah pribadi. Hehe.
  •  Dikira akan Memberi Bantuan
Yang satu ini memang tidak merugikan kita, malah sangat membantu. Namun kita harus tetap pandai memberikan alasan yang baik dalam menjelaskan, bahwa sensus ini tidak memberikan imbalan apapun.
  • Cuaca Panas
Sebagai petugas yang bertugas dan terjun langsung ke lapangan, tentu cuaca panas dan dehidrasi sudah sangat akrab dengan kita. Wilayah yang ditanggung setiap petugas sensus pun bisa mencapai tiga block, yang jika diukur luasnya kurang lebih hingga 1 km persegi.
  • Berita Negatif
Akhir-akhir banyak pemberitaan mengenai oknum yang memanfaatkan Sensus Ekonomi untuk melakukan tindak kejahatan. Prakteknya pun menggunakan cara hypnotis untuk mengelabuhi korban. Dengan adanya kasus ini tentu membuat tugas mencacah lapangan menjadi lebih berat, terlebih untuk meyakinkan para pemberi data bahwa tugas yang dilakukan oleh kita resmi dan bukan hendak melakukan penipuan ataupun kejahatan.

Namun selain beberapa pengalaman diatas, tentu masih banyak hal positif yang ditemui petugas sensus di lapangan. Salah satunya kita banyak berkenalan dengan orang-orang baru dan juga banyak mengetahui tempat baru, seperti gang-gang perkampungan yang belum pernah kita lewati. Selain itu, tak sedikit pula masyarakat yang menjamu kita dengan apa yang mereka punya dengan segala keramahannya.

Disamping itu, saya dan teman-teman yang lain selaku petugas sensus menghimbau masyarakat untuk tetap welcome terhadap kedatangan kami. Kami juga berharap masyarakat memberikan data yang sebenarnya, karena data yang akurat menjawab tantangan ekonomi di masa depan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
maz echo ツ
AUTHOR
May 13, 2016 at 7:06 AM delete

wkwkwk, aku juga kemarin malah dikira ada kaitannya dengan pajak

Reply
avatar
May 13, 2016 at 7:38 PM delete

Aku malah sering seperti itu.. hehe

Reply
avatar