Mau Beli Action Cam Dengan Harga Murah, Begini Caranya

5:07:00 PM 1
Berbagai macam action cam yang dijual di pasaran.
Di tahun 2015, kegiatan trip atau traveling memang lagi 'booming-booming' nya di masyarakat khususnya kalangan anak muda. Ditambah dengan banyaknya tayangan televisi di Indonesia dengan tema 'jalan-jalan' membuat siapapun yang menontonnya tak betah hanya berdiam diri dirumah. Ya, ingin rasanya segera bepergian (red. traveling). Pergi ke tempat dengan nuansa baru untuk melepas penat dan rasa stres rasanya bukan hal yang salah untuk dicoba.

Di tahun 2016 pun rasanya traveling masih menjadi salah satu kegiatan yang populer. Tentu kamu ngga mau kan momen traveling lewat begitu saja tanpa didokumentasikan. Maka dari itu wajib rasanya menyertakan kamera untuk dibawa 'pergi', sehingga akun media sosial kita selalu update atau bahasa anak mudanya sekarang kekinian.

Nah agar urusan jeprat-jepret lancar dan tak terkendala apapun, jenis kamera action cam tentu menjadi salah satu kamera yang wajib kamu miliki. Alasannya simple, yakni harganya yang relatif murah dan bisa digunakan di segala medan. Baik medan dengan kondisi biasa hingga medan yang ekstrim sekalipun. Fleksibilitas inilah yang membuat action cam banyak diburu oleh travelers dan laris manis di pasaran.

Nah untuk itu, saya akan bagikan pengalaman berburu action cam yang pernah saya lakukan hingga berhasil mendapatkan kamera jenis ini dengan harga miring. Kamera yang saya gunakan ialah Xiaomi Yi, karena selain harganya murah juga aksesorisnya dapat dengan mudah kita jumpai diberbagai toko kamera untuk melengkapi 'persenjataan' kamera saya ini. Berikut Tips membeli action cam dengan harga murah.

1. Seringlah membaca
Hal pertama yang dilakukan untuk mendapatkan barang dengan harga dengan murah yakni membaca. Ya, kita harus membaca artikel yang berhubungan dengan barang yang kita cari semisal action cam. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui berapa harga barang, spesifikasi, hingga rentang harga jual kembali semisal kita sudah bosan atau sekedar ingin upgrade kamera.

2. Bandingkan harga
Pastikan perbandingan harga barang antara toko online ataupun toko offline (red. toko konvensional) kamu ketahui. Membeli action cam di toko offline untuk mendapatkan barang lebih cepat memang bagus, namun toko online biasanya memberikan harga yang relatif lebih murah daripada toko offline dengan ketersediaan barang yang mencukupi dengan banyak toko yang bisa dijumpai dengan hanya bermodal klik.

Toko offlline memang masih banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dengan alasan bisa melihat barang langsung dan mempunyai lokasi toko yang jelas jika terjadi sesuatu dengan barang yang kita beli. Namun toko online yang 'kredibel' dan 'terpercaya' biasanya juga menerapkan layanan yang prima sehingga memudahkan pelanggan jika terjadi sesuatu terhadap barang yang kita beli.

Tampilan website beberapa toko online.
3. Dapatkan harga diskon atau voucher
Pastikan untuk selalu update informasi terkait diskon atau voucher pada toko penjual action cam yang akan kamu beli. Jika kamu lebih menyukai toko online, pastikan anda berlangganan informasi terkait toko tersebut dengan menyertakan alamat email kalian. Hal ini dilakukan agar segala informasi seputar event, diskon atau voucher bisa langsung dikirim ke email kalian. Biasanya pada hari ulang tahun toko, hari besar keagamaan, atau hari-hari tertentu banyak toko yang memberikan diskon besar-besaran. Pastikan kamu siap!

4. Ikuti Flash Sale!
Pada acara-acara tertentu, ada kalanya toko online mengadakan flash sale untuk barang tertentu. Pastikan action cam kamu ada dalam daftar flash sale. Namun perlu diingat bahwa pada event ini kamu akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelanggan lain yang juga akan berebut barang-barang yang ada dalam daftar flash sale mengingat harganya yang bisa jauh lebih murah dari harga normal.
Maka dari itu pastikan kamu mengatahui jadwal flash sale, sehingga tidak ketinggalan dan kehilangan barang yang kamu incar. Pastikan juga jaringan internetmu lancar tanpa lelet agar proses 'rebutan' yang kamu lakukan nantinya lancar tanpa hambatan. So,persiapan itu penting sob!

Dengan cara-cara diatas saya berhasil mendapatkan Yi Cam basic edition dengan harga miring, yakni 900 ribu. Sedangkan harga normal Yi Cam dibeberapa toko offline di Surabaya bisa mencapai satu jutaan lebih. Jadi, lebih murah kan. Itu pun bisa lebih murah jika saya bisa lebih cepat dari orang lain, karena barang yang saya incar out of stock terlebih dahulu karena banyaknya peminat.

Nah dari beberapa tips diatas yang telah saya sampaikan dan saya praktekkan sendiri, semoga berguna juga buat kamu agar bisa mendapatkan action cam impian dengan harga yang lebih murah. Terlebih bagi kita yang berkantong tipis, memang haruslah cerdas dalam hal berbelanja.
Be a smart buyer..

Taman Paseban, Oase Di Tengah Krisisnya Taman Di Bangkalan

4:26:00 AM 1
Taman Paseban di Kabupaten Bangkalan
Setelah sekian lama hanya lewat dan tak sempat mengunjungi Taman Paseban di Bangkalan, akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke taman yang baru selesai direnovasi pada akhir tahun 2015 lalu. Sabtu pagi (23/01), tepatnya pukul 9.00 WIB. Ditemani oleh teman satu komunitas blogger Madura (red. Plat-M), Mbak Riska dan Kak Yanto yang merupakan pasangan blogger.

Sekilas jika dilihat dari kejauhan, taman ini cukup menarik dikunjungi karena warna taman yang memang sangat eksentrik sesuai dengan karakter orang Madura. Ya, merah dan kuning menjadi warna cat yang mendominasi di taman ini. Hijaunya pohon gombor turut mengiasi kecantikan taman yang memang dua kali lipat lebih besar dari Taman Paseban sebelum direnovasi.

Selain pasangan blogger, tak lupa teriknya sinar matahari turut menamani. Cukup panas memang untuk sinar matahari pada pukul 9 pagi, namun hal tersebut tak menyurutkan niat saya untuk menjelajahi taman di Kota sendiri. Sesampainya di taman, sepeda pun saya parkir. Saatnya menjelajah taman yang ukurannya mungkin tak lebih dari 2 hektar.
 
Pintu masuk (Gerbang Utama) Taman Paseban.
Kaki pun memulai langkahnya menapaki barunya jalanan taman. Mata seolah tak lepas memandangi taman layaknya intel kepolisian yang sedang mengawasi pelaku kejahatan. Hmm.. not bad. Taman yang menurut saya bernuansa baru bagi Kabupaten Bangkalan. Namun karena memang hari sabtu dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10, maka tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.

Sekilas mata memandang, di taman ini terdapat jalanan memutar yang bisa dilalui oleh pejalan kaki. Yaps, hanya pejalan kaki. Sepeda atau pun kendaraan lainnya hanya bisa masuk sebatas tempat parkir saja. Di dalam taman juga terdapat air mancur yang ukurannya tidak terlalu besar, juga 'gazebo' berupa paseban atau tempat peristirahatan bagi pengunjung yang ingin berteduh ataupun beristirahat.

Setelah mengelilingi taman, saya merasa ada yang kurang. Hmm ya! memang tak lengkap rasanya jika berkunjung ke taman namun sepi pengunjung. Maka dari itu saya putuskan untuk pulang dan berkunjung lagi esok dihari minggu pagi, yang biasanya memang ramai pengunjung.

Skip Skip. Akhirnya hari minggu tiba. Waktunya menyiapkan 'persenjataan'. Ya, kamera dan segala pendukungnya memang wajib saya bawa jika berkunjung kemanapun. Setelah dirasa siap, waktunya berangkat! Kukayuh sepeda gunung, namun ngga lewat gunung, melainkan jalanan aspal yang basah oleh hujan pada dini harinya.

Jarak dari rumah ke Taman Paseban memang ngga begitu jauh, sekitar 100 meter. Letaknya yang strategis di tengah kota dan berhadapan dengan Masjid Agung jelas membuat taman ini eksis. Dihari minggu, pengunjung yang datang bisa berkali-kali lipat dari hari biasa. Moment seperti ini tentu tak mungkin di sia-siakan oleh para pedagang atau penjaja makanan untuk mengais rejeki dari adanya taman ini, terlihat dari berjejernya pedagang yang ada di sepanjang jalanan pinggir taman mulai dari penjual makanan, minuman, hingga penjual ikan hias.

Saya coba mencicipi jagung rebus yang dijajakan pedagang karena memang situasi kondisi yang mendukung, mulai dari perut yang laper hingga kondisi cuaca yang memang tak sepanas hari kemarin, lebih 'adem'. Namun taman tetap ramai. Terlihat muda-mudi yang tak lupa berfoto selfie. Pengunjung yang hadir mulai dari yang muda hingga tua, namun anak remaja masih mendominasi keramaian taman.

Jagung yang tadi saya beli akhirnya habis saya makan, namun saya bingung membuang sisa batang jagung ini kemana karena memang tak terlihat adanya tempat sampah yang mudah ditemui. Hingga saya putuskan untuk membuangnya ditumpukan sampah yang berada di samping taman. Saya pikir ini sebuah kekurangan, karena terlihat sampah bertebaran dimana-mana. Mungkin karena susahnya tempat sampah untuk ditemui.

Suasana di Taman Paseban
Selain tempat sampah, kolam yang berada di dalam taman juga seperti kurang terurus atau mungkin belum sempat selesai pengerjaannya karena memang terlihat kurang elok dipandang mata. Rumput di tengah taman juga mulai rusak dan berlumpur. Sepertinya memang perlu adanya perawatan dan penjagaan yang rutin dan intensif oleh pihak pengelola taman.

Saya rasa dengan adanya Taman Paseban di Bangkalan merupakan sebuah oase ditengah krisis dan minimnya taman yang fungsional di Kabupaten Bangkalan, sehingga adanya taman ini patut rasanya untuk di apresiasi. Namun dibalik itu semua, perlu adanya sinergi antara masyarakat dan pemerintah setempat untuk saling menjaga dan merawat taman agar kelak bisa menjadi taman yang mempunyai banyak prestasi yang kelak membanggakan Kabupaten Bangkalan layaknya Taman Bungkul di Kota Surabaya.

Tak berhenti hanya di Taman Paseban, saya berharap semakin banyak taman-taman yang dibangun kedepannya untuk mempercantik 'wajah' perkotaan di Kabupaten Bangkalan. Mungkin ngga hanya di kota, kalau perlu hingga ke desa. Itu semua tentu untuk kemajuan Kabupaten Bangkalan yang makin baik.

Yang Pertama di Tahun 2016

6:37:00 PM 2
Hai.. setelah sekian lama vakum untuk update di dunia blogger, akhirnya diawal tahun ini saya muncul kembali dengan blog baru dan domain baru. Doakan saja ya semoga ini adalah yang terakhir kali gonta-ganti blog, agar saya bisa lebih fokus dan selalu update dalam blog ini. Yah, memang hal tersebut menjadi salah satu resolusi saya ditahun ini dan semoga dapat dijalankan serta dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Hehe.

Oh iya buat yang belum tahu, blog ini bakalan membahas apa aja sih? ya tentunya ga jauh-jauhlah dengan keseharian saya yang seorang mahasiswa dengan beberapa pengalamannya. Tentunya akan saya update perjalanan saya yang 'mungkin' memang layak menurut saya untuk saya bagikan kepada kalian.

"emangnya keseharian elu ngapain aja sih? kok kayak penting banget buat dibagiin di blog". - Sebut saja Hamba Allah, 22 tahun.

Hmm.. penasaran ya? makanya pantengin aja terus. Hehehe..
Oke, salam hangat buat kalian semua. Hidup harus selalu optimis, karena memang akan selalu ada yang pertama.

Aldy.