Rame-rame Menduniakan Madura

6:18:00 PM 22

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama Plat-M berkesempatan mengajak teman-teman blogger dari penjuru Indonesia untuk datang ke Pulau Madura. Dengan dibantu oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), tujuan kita tak lain adalah untuk menduniakan Madura.

Sebagai panitia, saya bersama tim pun menyiapkan segalanya agar peserta merasa nyaman saat di Madura. Mulai dari acara yang harus menyenangkan dan tak membuat jenuh, hingga persiapan lokasi dan konsumsi selama perjalanan empat hari tiga malam. Persiapan panitia dapat dibaca lebih lengkap disini.

Perjuangan panitia lainnya pun tak kalah seru ceritanya. Mulai dari Ali sang asissten driver yang harus menahan kantuk saat menjemput peserta di Stasiun pada dini hari, hingga Mbak Riska sang bendahara acara yang harus teliti menghitung pengeluaran akomodasi dalam acara. Mbak Riska ini sampai sempat sakit lho pada hari pertama acara. Keseruan tulisan mereka pun tak lupa untuk ditulis di blog masing-masing, tulisan pengalaman Ali bisa diklik disini dan kelucuan Mbak Riska disini.

Panitia PRIA! #MenduniakanMadura (beberapa nggak ikut foto sih, hehe)
Kalau saya sendiri sih dalam acara ini sebenernya berperan sebagai kesekretariatan. Hmm.. tapi dalam kenyataannya di lapangan, saya tak hanya sibuk kesana kemari dalam hal tanda tangan peserta dan juga surat-menyurat dengan warga setempat. Saya pun turut menjadi asissten Mas Wahyu si pemimpin acara, asissten Mas Zamroni dalam menjalankan alur cerita perjalan, serta asissten Mas Vicky dalam menjadi guide selama acara berlangsung.

Kolaborasi antar panitia mutlak diperlukan, mengingat dana serta konsep acara yang dibuat tidak main-main. Tentu panitia tidak bisa hanya menjadi one job person saja, melainkan saling membantu panitia lainnya jika di pos pekerjaanya sudah selesai atau sedang kosong. Dari pengalaman ini, anggota Plat-M dapat belajar saling mengenal dan mengerti pribadi yang satu dengan yang lainnya.

Hasilnya, beberapa peserta rasanya cukup puas dengan pengalaman-pengalaman selama menginjakkan kaki di Madura. Tentu merupakan pengalaman luar biasa, dimana teman-teman blogger dapat kumpul bersama dan diajak menelusuri jejak BPWS di Bangkalan hingga Sumenep. Agar tidak terasa membual, gimana kalau saya kasih saja salah satu tulisan peserta. Eh dua saja deh. Bisa klik tulisan Mas Edo disini dan Mbak Unik disini.
Harian Surya rubrik Citizen Reporter edisi 1 Desember 2016
Selesai acara, tak lupa saya mencoba menulis cerita mendunikan Madura untuk koran surya (bukan endorse ya). Ini merupakan tulisan pertama saya lho yang dikirim untuk media cetak. Alhamdulillah publish.. Yeay! Punya rencana sih mau dikliping, eh enggak ding. Kayaknya lebih keren digunting dan masukin pigora! wkwk. Nah buat yang mau baca, bisa diklik aja versi e-papernya disini.

Tentu merupakan pengalaman luar biasa bisa berkumpul bersama blogger se-nasional dalam satu acara yang sama, apalagi acaranya menduniakan Madura. Saya sebagai warga asli Madura sih sangat terharu dan bangga tentunya. Dan berharap mendapatkan feedback positif yang datang kepada Madura dikemudian hari.

Naaahh.. Setelah membaca tulisan saya ini, saya harap teman-teman sekalian jangan kaget jika tulisan saya bertabur backlink (wkwk, blogger murah backlink ini mah..) Kedua, ini tulisan rangkuman aja, belum fokus ke cerita saya, jadi sabar aja yaa untuk tulisan berikutnya. Hahaha..

Sampai jumpa!


Semalam Eksklusif bersama GenBI

6:02:00 AM 2


Malam itu terasa berbeda. Malam kedua di bulan Juni saat itu terlihat lebih cerah dari biasanya. Bintang pun bersinar lebih terang, tak ada mendung yang menutupi. Memang, saat itu kita sedang berada di atas motor bebek yang sedang melaju kencang di jalanan Desa Labang yang minim pencahayaan saat malam hari.

"Ndriy, kok malam ini terasa beda ya?" tanyaku pada Andriy untuk mencairkan suasana.

"Opo'o om?" Andriy menjawab sekenanya sambil fokus menyetir motor.

"Itu lho liat langitnya cerah, ngga seperti biasanya. Bintang juga banyak kelihatan om." timpalku.

"Woo iyo om." jawabnya singkat sambil tetap fokus nyetir.

Tujuan kita saat itu adalah sebuah Cafe di pusat kota Surabaya. Untuk kesana, kita yang berangkat dari kampus Universitas Trunojoyo Madura harus melwati Suramadu dan melalui jalanan desa Labang yang terbilang cukup menyeramkan kata orang awam. Bukan karena setannya, tapi orang bilang karena begalnya.

Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan juga menuju Surabaya. Selain melewati jalan yang menyeramkan tadi, sebenarnya masih ada jalur lain menuju Surabaya. Ya, melalui jalur laut seperti naik kapal feri ataupun berenang melewati selat Madura jika mampu. Ngga banyak jalan juga sih, cuma itu aja,

Setelah melewati jalan yang gelap tadi dengan perasaan was-was dan gelisah, sampailah kita di Suramadu. Suasanya lebih wah daripada tadi. Di seberang Suramadu, terlihat cahaya lampu perkotaan yang cukup terang. Indah sekali malam itu. Jarang saya lihat yang seperti ini, mungkin karena cuacanya yang cerah. Sesaat tak ingin rasanya menoleh ke belakang. Ironi melihat pulau Madura yang masih diselimuti gelap gulita.

Kita akhirnya sampai di tempat tujuan, yakni BonCafe di daerah Tegalsari. Jam digital di tangan menunjukkan pukul 19.10 WIB yang berarti kita telat 10 menit dari yang direncanakan. Itulah mengapa kami rela menempuh jalur Suramadu, agar tidak telat lebih dari ini. 

Setelah parkir motor, kita bergegas masuk ke dalam Cafe. Mencari Rizal, yang menyatakan lebih dulu sampai melalui pesan grup di Line.

"Permisi mas, ada yang bisa dibantu?  Apa sudah reservasi sebelumnya?" Ucap seorang pelayan Cafe tepat setelah membuka pintu.

"Oh iya Mbak, kita sedang cari teman yang sudah lebih dulu sampai. Sebentar ya Mbak kita cari dulu." Jawabku singkat dan langsung bergegas meninggalkan pelayan tadi.

Setelah berkeliling ruangan Cafe, tak ditemui satu teman pun yang datang. Dapat disimpulkan kita datang terlebih dahulu. Andriy pun hanya sekedar mengekor di belakang, mengikuti kemana arahku pergi. Akhirnya kuputuskan untuk duduk pada salah satu kursi di sudut ruangan, sambil menunggu mereka datang.

Namun sebelum pergi ke tempat duduk tujuan, kita berpapasan dengan Rizal yang akhirnya datang juga dengan pakaian rapinya.

"Lho katanya udah dateng? kok baru muncul?" tanyaku.

"Lho aku wes dateng daritadi, dari jam 7 kurang lima belas menit. Tapi aku sek ada di Indomaret dapan sana." jawabnya sambil raut mukanya mengekspresikan lokasi Indomaret.

Rizal ini orang yang cukup friendly menurutku, gampang akrab dengan semua orang. Tak jarang saya menginap dirumahnya jika memang sudah kemalaman di Surabaya dan enggan untuk pulang.
Tidak lama setelah itu, kita berjumpa Mbak Mirna. Mbak Mirna ini merupakan Humas dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang juga menangani komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jatim. Acara malam ini dalam merupakan Giving Thanks dari Bank Indonesia (BI) atas terselenggaranya acara pengukuhan GenBI 2016 pada tanggal 28 Mei lalu.

Selain pengukuhan GenBI 2016, dalam acara yang di gelar di Hotel Alana tersebut juga terselip launching buku GenBI yang pertama di Indonesia yang berjudul "Bank Indonesia, Apa kata mereka." Buku ini merupakan hasil pelatihan penulisan yang diselenggarakan BI untuk GenBI. Di dalamnya, terdapat tulisan opini teman-teman terkait seluk beluk kebanksentralan.

Tidak hanya satu buku, namun ada juga Yearbook GenBI 2015 yang turut diluncurkan. Buku yang satu ini membahas segala kegiatan yang dilakukan oleh GenBI 2015 selama satu periode. Buku ini lah yang saya pimpin pembuatannya selama 2 minggu masa pengerjaan, bersama 11 teman lainnya dalam satu tim yang juga turut diudang pada malam hari ini.

Oke lanjut ke jalannya acara, satu persatu teman-teman datang, Alvy, Vo, Meliza, Delya, Pepi, Ayu, Febby, Iwan dan yang terakhir Fanny. Dan yang tak diduga, malam ini Pak Benny selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga turut hadir. Speechless rasanya melihat beliau mau hadir dalam acara ini. Denger-denger sih beliau juga yang nraktir kita, hehe.


"Zal, disini gak bisa pesen Sego Tewel?" candaku pada Rizal.

"Mesenno Sego Goreng lho.. Jauh-jauh kesini masak mau makan Sego Goreng. hahaha." Timpalnya.

Malam itu dalam suasana Cafe yang bisa dibilang tempatnya orang-orang borjuis, kita menyantap hidangan yang kita pesan dengan menu pilihan mayoritas steak dan es krim. Makan steak sih bukan hal yang pertama, mengingat sebelumnya pernah makan-makanan daging seperti itu. Iya, empal daging atau daging-daging dalam nasi kotak. Hehehe, lupakan!

Menu yang saya pesan adalah Tenderloin Steak dengan campuran keju diatasnya. Menu klasik sih, western banget sebenarnya, Namun bagi saya ini yang pertama. Dalam  plate-nya, terdiri dari kentang, buncis, tomat dan tentunya steak yang disiram dengan brown saus. Ah sayang sekali ngga motret untuk keperluan blog, padahal Mbak Mirna sudah ngingetin. Hehe.
Berhubung saya ngga motret makanannya, saya searching di Official Page dari BonCafe di Facebook. Beginilah wujud makanannya. Hehe maafkan yaa, asal comot. 

Untuk rasanya, jangan ditanya. Enak! Sayangnya steak yang saya makan dimasak dengan tingkat kematangan well done, sehingga sedikit kurang empuk saat dimakan. Berbeda dengan Pepi, dilihat dari kejauhan, steak yang dia makan terlihat dengan tingkat kematangan medium rare. Well, namanya juga mahasiswa, apa pun dimakan ngga mentingin teknik memasak. Hehe.

Meskipun Pak Benny terlebih dahulu pulang karena alasan kesehatan, kita masih tetap melanjutkan dinner. Ya, malam itu jadi malam penuh keakraban, keceriaan dan kerakusan teman-teman dalam ramainya suasana Cafe. Ramai, karena tepat di sebelah kita sedang ada yang merayakan ulang tahunnya di Cafe ini.

Gratis, menjadi pemicu kami memesan segala yang ada di Cafe tersebut bak suku bar-bar. Terlebih Rizal yang asal pesan jika makanannya terlihat begitu menggoda, sesuai sih dengan proporsi badannya yang tidak bisa dibilang kurus.

Mengingat mereka bekerja tanpa lelah, lembur tiap hari pun dijabanin hanya untuk menyelesaikan Yearbook GenBI 2015 hanya dalam waktu 2 minggu. Tak mengapa, saya rasa ini malam kami dan kami layak mendapatkannya.

Acara pun berakhir pukul 21.20 WIB, setelah saya membagikan insentif yang diberikan dari BI untuk teman-teman. Untuk jumlahnya.. ya adalah ya, hehe. Selesainya, kami bergegas pulang menuju kost, kontrakan dan rumah masing-masing, 

Pesan saya buat teman-teman, kalian adalah teman sekaligus tim yang sangat luar biasa! terima kasih teman-teman, GenBI dan juga Bank Indonesia tentunya.

Suka Duka Petugas Sensus Ekonomi 2016

10:08:00 AM 2
Petugas pencacah Sensus Ekonomi 2016 Kota Tangerang Selatan melakukan pendataan sensus ekonomi pelaku usaha furnitur di kawasan Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada 2 Mei 2016. Foto oleh Muhammad Iqbal/Antara
Sensus Ekonomi 2016 dimulai serentak pada bulan Mei ini. Namun, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mengerti tentang Sensus Ekonomi. Sensus Ekonomi dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

Sensus yang digelar 10 tahun sekali ini tentunya membawa kesan tersendiri bagi para petugas sensus, terkhusus bagi petugas yang terjun langsung ke lapangan seperti Petugas Pencacah Lapangan (PCL) ataupun Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Saya yang juga merupakan salah satu dari ratusan petugas sensus yang ada di Bangkalan, akan berbagi pengalaman yang saya ataupun rekan saya alami selama 2 minggu ini Sensus Ekonomi berjalan. Mari kita ulas satu persatu;
  • Dikira Peminta Sumbangan
Selaku petugas sensus, tentunya kita akan menjelaskan tujuan kita setiap kali mengunjungi tempat yang akan kita sensus. Namun, tak sedikit masyarakat yang menganggap kita sebagai orang yang meminta sumbangan door to door. Hal inilah yang terkadang membuat orang menjadi skeptis bila melihat kita datang.
  • Tidak Dibukakan Pintu
Tidak lepas keterkaitannya dengan hal di atas, banyak orang masih merasa risih dengan kegiatan Sensus Ekonomi yang dirasa menggangu aktifitas mereka. Hal itu dapat dimaklumi jika didasarkan pada ketidaktahuan masyarakat terhadap kegiatan ini. Maka dari itu kita selaku petugas sensus, tidak luput mengucapkan maaf setelah menyensus setiap bangunan yang disensus.
  • Sangkut Paut dengan Pajak
Masyakat menilai kegiatan sensus ini berhubungan dengan pajak, sehingga banyak masyarakat terlebih pengusaha dengan omzet besar ingin menghindari pendataan sensus ini. Padahal dalam tujuan sensus ini tidak tercantum poin sangkut paut dengan pajak. Memang tidak semua, namun hal tersebut tentu membuat petugas sensus mengalami kendala di lapangan.
  • Pemberi Data Kurang Ramah
Entah karena wajah kita yang menyebalkan atau pemberi data yang memah kurang ramah, jelas kita pernah menemui jenis orang seperti ini. Sikap cuek bebek ataupun pemberian data dengan nada-nada sinis masih dapat ditemui oleh rekan-rekan dilapangan. Sebagai petugas sensus tentu kita memaklumi dan menganggap mungkin pas lagi ada masalah pribadi. Hehe.
  •  Dikira akan Memberi Bantuan
Yang satu ini memang tidak merugikan kita, malah sangat membantu. Namun kita harus tetap pandai memberikan alasan yang baik dalam menjelaskan, bahwa sensus ini tidak memberikan imbalan apapun.
  • Cuaca Panas
Sebagai petugas yang bertugas dan terjun langsung ke lapangan, tentu cuaca panas dan dehidrasi sudah sangat akrab dengan kita. Wilayah yang ditanggung setiap petugas sensus pun bisa mencapai tiga block, yang jika diukur luasnya kurang lebih hingga 1 km persegi.
  • Berita Negatif
Akhir-akhir banyak pemberitaan mengenai oknum yang memanfaatkan Sensus Ekonomi untuk melakukan tindak kejahatan. Prakteknya pun menggunakan cara hypnotis untuk mengelabuhi korban. Dengan adanya kasus ini tentu membuat tugas mencacah lapangan menjadi lebih berat, terlebih untuk meyakinkan para pemberi data bahwa tugas yang dilakukan oleh kita resmi dan bukan hendak melakukan penipuan ataupun kejahatan.

Namun selain beberapa pengalaman diatas, tentu masih banyak hal positif yang ditemui petugas sensus di lapangan. Salah satunya kita banyak berkenalan dengan orang-orang baru dan juga banyak mengetahui tempat baru, seperti gang-gang perkampungan yang belum pernah kita lewati. Selain itu, tak sedikit pula masyarakat yang menjamu kita dengan apa yang mereka punya dengan segala keramahannya.

Disamping itu, saya dan teman-teman yang lain selaku petugas sensus menghimbau masyarakat untuk tetap welcome terhadap kedatangan kami. Kami juga berharap masyarakat memberikan data yang sebenarnya, karena data yang akurat menjawab tantangan ekonomi di masa depan.

UU PPKSK DAN PERANAN PENTINGNYA BAGI KESTABILAN SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA

3:54:00 AM 1

Krisis Moneter Indonesia

Krisis moneter di Asia yang terjadi pada tahun 1998 tentu menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Asia, khususnya Indonesia. Indonesia yang selama belasan tahun mengalami pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan, terpaksa menelan kenyataan bahwa krisis hebat sedang melanda ekonomi tanah air. Hanya dalam setahun semua dapat terjadi, termasuk krisis di beberapa negara Asia ini.

Berkaca pada kejadian di atas, tentu membuat Indonesia yang kini dalam perekonomian jauh lebih baik dari 18 tahun lalu, tetap harus waspada. Kewaspadaan tersebut lebih mengarah pada kembalinya keadaan krisis ekonomi yang sewaktu-waktu menerpa Indonesia. Hal ini menjadi salah satu yang mendasari lahirnya Undang-undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK) pada tanggal 17 Maret 2016 lalu.

Hadirnya UU PPKSK merupakan upaya pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta otoritas terkait untuk dapat digunakan sebagai payung hukum dalam membuat kebijakan penanggulangan krisis jika terjadi di Indonesia. Sehingga pihak terkait dapat bertindak cepat dan tepat saat mengetahui kemunculan tanda-tanda terjadinya krisis.

UU PPKSK lebih terfokus pada pencegahan dan penanganan permasalahan bank sistemik sebagai bagian penting dari sistem keuangan. Bank sistemik sendiri merupakan bank yang beroperasi dengan skala besar, memiliki modal besar, memiliki anak usaha yang menangani usaha atau beroperasi di bidang lain, serta mempunyai interkoneksi dengan bank-bank yang lainnya. OJK sendiri baru akan mengeluarkan daftar bank-bank sistemik tiga bulan setelah tanggal disahkannya UU PPKSK dan akan dievaluasi pada setiap semesternya.

UU ini pun sangat strategis sebagai protokol krisis, juga dapat melindungi nasabah serta pelaku usaha yang berkecimpung dalam lembaga keuangan agar lebih terjamin dan aman karena adanya payung hukum yang sudah jelas. Dalam pelaksanaannya, UU ini menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, terutama terkait dengan meminimalisir pemakaian dana Anggaran Penggunaan Belanja Negara (APBN) ataupun terjadinya hal-hal yang dapat memberatkan keuangan negara.

UU yang awalnya disebut Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) ini, juga menegaskan kewenangan dan peran lembaga-lembaga otoritas keuangan dalam menjawab persoalan krisis yang selama ini belum memiliki batas-batasan yang jelas dan tegas. Jadi dalam regulasi ini diatur pula tentang penguatan peran, fungsi dan koordinasi antar empat lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Empat lembaga tersebut yakni, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, OJK dan LPS.

Jika nantinya Indonesia terindikasi atau telah ditemui tanda-tanda kemunculan terjadinya krisis, Presiden dengan rekomendasi dari KSSK akan memerintahkan LPS untuk merestrukturisasi bank bersangkutan yang menjadi faktor resiko terjadinya krisis.

Dengan kandungan kompleksitas dalam penjagaan stabilitas keuangan, saat ini UU PPKSK yang terdiri dari 8 bab dan 55 pasal tersebut, menjadi landasan hukum yang melengkapi undang-undang lain yang bersangkutan seperti UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dapat dibayangkan jika kebijakan dalam UU PPKSK tidak disahkan dan diterapkan, maka keresahan-keresahan mungkin akan kembali menghantui Indonesia. Bayang-bayang gagalnya LPS dalam mekanisme penyelesaian krisis perbankan pada skema penyelamatan Bank Century mungkin bisa saja terjadi kembali. Tak kalah hebohnya yakni terjadinya resesi global di tahun 2008 yang diharapkan tidak lagi terjadi nantinya, yang mana akan berdampak buruk pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Namun saat ini, skema penyelamatan seperti yang dilakukan LPS dengan menggelontorkan modal segar sebesar 1,6 triliun kepada Bank Century, tak akan mungkin lagi dilakukan dengan adanya UU yang baru disahkan ini. Skema lama tersebut dinilai kurang efektif dan dirasa merugikan negara, hal tersebut disebabkan tidak adanya skema yang dinilai handal dalam menyelesaikan persoalan krisis perbankan.

Dengan hadirnya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam UU PPKSK ini, diharapkan mampu mencegah terjadinya krisis di Indonesia. Kebijakan ini dirasa bagus dan memiliki nilai plus guna membangun sistem keuangan yang tangguh dalam menghadapi kondisi krisis sistem keuangan. Dengan begitu tercapailah stabilitas sistem keuangan terpadu dan efektif.

SEBUAH METAMORFOSA PERSAHABATAN

7:19:00 AM 0
Sebuah film persembahan Com-B Production

Tuhan memang telah menentukan takdir setiap masing-masing hambanya, semua tertulis dalam Lauhul Mahfudz tanpa terkecuali. Namun setiap manusia masih bebas untuk memilih jalan hidupnya sendiri, akankah ingin lurus atau berliku. Meski begitu, kita selaku manusia tetap tak bisa melihat bagaimana masa depan nanti.

Curang? Tidak.. Tuhan hanya ingin melihat sejauh mana kita serius untuk mendapatkan hati-Nya. Lalu memberi kita hadiah yang setimpal atas apa yang kita lakukan.

Sebuah tontonan dalam youtube, memicu memori dalam otak saya untuk mengingat kembali akan sebuah film. Film tentang sebuah kisah persahabatan. Persahabatan yang terkenang kembali setelah sekian lama terpisah oleh dimensi jarak dan waktu. Namun bertemu dalam situasi dan kondisi yang mungkin tak pernah dibayangkan oleh sepasang sahabat tersebut,

Ya, film ini juga mengingatkan bahwa saya juga turut andil dalam pembuatan film tersebut. Film yang digarap bersama-sama oleh teman sekelas dengan nama Com-B Production. Susah, senang, sedih dan bahagia semua ada dalam proses pembuatan film yang dikerjakan dengan dana tidak sedikit ini, tentunya bagi kantong mahasiswa.

Setiap detik dalam film yang berjudul 'Metamofosa' ini, membuat saya mengingat akan pentingnya kerjasama dan semangat yang pernah saya dan tim lakukan dalam proses pembuatannya. Tentu tak mudah menggabungkan niat pembuatan film ini terhadap semua anak di kelas jika tak berkedok tugas. Tapi, apa daya Tuhan telah menyatukan kita disini. Di film ini.

Tentunya tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman Com-B Production atas kerjasama kita semua dalam proses pembuatan film ini. Setelah melihat hasilnya, saya rasa wajar jika masih ada kekurangan dan keterbatasan seperti apa yang dikatakan orang lain. Kita masih dalam tahap belajar. Namun dalam batin saya terbesit kata OUR FILM ARE AMAZING AND WONDERFUL!

Sungguh, speechless rasanya saat menonton film ini. Dan behind the scene film ini juga tak lupa membuat saya untuk kembali tertawa.

Jika kalian ingin menonton film berdurasi kurang dari 20 menit ini, monggo..





SERUNYA BELAJAR DALAM #ROADBLOGMADURA

7:22:00 AM 4
Keceriaan saat foto bersama dalam acara Roadblog Madura
Roadblog Madura merupakan event kedua dari serangkaian acara Roadblog yang digelar di sepuluh kota dan diselenggarakan oleh Excite. Dalam melaksanakan acaranya dipelbagai kota, Excite merangkul komunitas blogger yang terdapat di masing-masing kota. Plat-M yang notabene merupakan komunitas blogger terbesar di Madura, terpilih untuk bekerjasama menyukseskan acara yang bertajuk Roadblog Madura.

Di Madura, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggan 27 Maret 2016. Tema yang diangkat dalam acara seminar dan workshop kali ini adalah optimalisasi Search Engine Optimization (SEO) dan hypnowriting. Tak kalah meriah dari Aceh yang terlebih dahulu melaksanakan acara, Madura selaku tuan rumah tentu memberikan acara yang lebih seru dan keren pastinya.

Penasaran dengan keseruannya? Yuk kita tonton videonya!


#AlaMenilai, Merajut Asa Blogger Madura

2:32:00 AM 0


Jumat malam, bagi sebagian orang mungkin merupakan wktunya melepas penat. Apalagi jika bukan untuk menyambut week end esok hari. Namun tidak bagi Plat-M, sebutan bagi komunitas blogger Madura. Jumat malam bagi Plat-M merupakan waktu ‘wajib’ untuk menatap layar smartphone.

Bukan tanpa alasan. Maksud dari menatap layar smartphone tersebut adalah untuk saling melipat batas, berkumpul dan berdiskusi antar anggota Plat-M yang tersebar di berbagai wilayah dalam satu aplikasi chatting yakni WhatsApp.

Namun ada yang berbeda dihari jumat malam. Ya, jumat malam waktunya #AlaMenilai.

#AlaMenilai merupakan dua kata dalam satu frasa, yakni Alam dan Menilai yang tergabung menjadi sebuah makna khusus atau bisa dibilang ‘program acara’ dalam grup WhatsApp Plat-M. Inisiatornya siapa lagi kalau bukan Nur Wahyu Alamsyah, mantan ketua atau biasa disebut klebun (red. sebutan bagi kepala desa di Madura) dalam komunitas Plat-M.

Sesuai dengan namanya, #AlamMenilai merupakan waktu khusus bagi anggota Plat-M untuk dinilai setiap blognya oleh si ‘mpunya’ program acara yakni Mas Wahyu. Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan kualitas tulisan setiap anggotanya.

#AlaMenilai sendiri diadakan rutin setiap minggunya dihari jumat pukul 19.00 WIB. Acara ini biasanya dimulai dengan embel-embel kalimat yang hiperbola khas Mas Wahyu Alam dengan diakhiri slogan “Percayalah, blog anda ada yang menilai” pertanda acara dimulai.

Tentu sebelum acara dimulai, setiap anggota sudah diingatkan terlebih dahulu oleh Mas Wahyu untuk stay tune di grup WhatsApp saat acara dimulai. Pikirku ya kasian juga kalau sudah ngomong panjang lebar tapi ngga ada yang denger. Hehe.



Dengan adanya penilaian, tentu para anggotanya akan lebih aktif lagi serta selalu memperbaiki tulisan disetiap minggunya. Tentunya ini sangat bermanfaat, tak terkecuali bagi saya yang notabene baru terjun untuk serius di dunia blogger.

Meskipun Mas Wahyu merentangkan jarak dengan menimbu ilmu hingga ke negeri orang yakni Taipei, namun hal tersebut tetap tak menyurutkan niatnya untuk tetap mengayomi teman serta adik-adiknya di dalam negeri ini agar senantiasa tetap aktif dan konsisten dalam menulis di Blog.

Suatu waktu dalam #AlaMenilai di grup WhatsApp, pernah ia berkata seperti berikut.

“Apalah artinya sebuah blogger, jika blognya ngga pernah update”.

Ya, kata tersebut bukan sekedar kiasan, melainkan juga sebuah himbauan agar kita selaku blogger tetap konsisten untuk menulis.

#AlaMenilai pun tiap hari makin kreatif, dalam penyampaiannya. Tidak hanya menilai, tetapi juga pada suatu sesi mengajak anggotanya untuk aktif dengan cara merangkai sebuah kata hingga menjadi sebuah kalimat. Kalimat-kalimat yang telah dibuat oleh anggota Plat-M ini pun disusun hingga menjadi paragraf yang nantinya akan siap diunggah di website Plat-M menjadi sebuah tulisan.



Tak lupa Mas Alam juga memberikan apresiasi dengan memberikan predikat “Post of the Week” bagi para anggotanya yang mempunyai tulisan terbaik disetiap minggunya. Saya pun merasa senang saat sempat mencicipi predikat tersebut sekali dengan tulisan berjudul “Taman Paseban, Oase di Tengah Krisisnya Taman di Bangkalan.”

Seperti inilah Plat-M, merengkuh sesama anggotanya dengan cara yang tidak biasa. Bukan hanya sekedar berkumpul, namun tetap memaksa setiap anggotanya untuk tetap belajar serta up to date dalam acara #AlaMenilai.

Tentu saja saya juga punya harapan dengan adanya acara #AlaMenilai ini, yakni tercapainya visi Plat-M ‘Menduniakan Madura’ dengan baik. Baik merujuk pada isi konten dan baik pula penyampaiannya melalui tulisan.

Tidak mudah memang untuk menggelorakan Madura di kancah dunia, tapi karena itulah #AlaMenilai ada.

Mau Beli Action Cam Dengan Harga Murah, Begini Caranya

5:07:00 PM 1
Berbagai macam action cam yang dijual di pasaran.
Di tahun 2015, kegiatan trip atau traveling memang lagi 'booming-booming' nya di masyarakat khususnya kalangan anak muda. Ditambah dengan banyaknya tayangan televisi di Indonesia dengan tema 'jalan-jalan' membuat siapapun yang menontonnya tak betah hanya berdiam diri dirumah. Ya, ingin rasanya segera bepergian (red. traveling). Pergi ke tempat dengan nuansa baru untuk melepas penat dan rasa stres rasanya bukan hal yang salah untuk dicoba.

Di tahun 2016 pun rasanya traveling masih menjadi salah satu kegiatan yang populer. Tentu kamu ngga mau kan momen traveling lewat begitu saja tanpa didokumentasikan. Maka dari itu wajib rasanya menyertakan kamera untuk dibawa 'pergi', sehingga akun media sosial kita selalu update atau bahasa anak mudanya sekarang kekinian.

Nah agar urusan jeprat-jepret lancar dan tak terkendala apapun, jenis kamera action cam tentu menjadi salah satu kamera yang wajib kamu miliki. Alasannya simple, yakni harganya yang relatif murah dan bisa digunakan di segala medan. Baik medan dengan kondisi biasa hingga medan yang ekstrim sekalipun. Fleksibilitas inilah yang membuat action cam banyak diburu oleh travelers dan laris manis di pasaran.

Nah untuk itu, saya akan bagikan pengalaman berburu action cam yang pernah saya lakukan hingga berhasil mendapatkan kamera jenis ini dengan harga miring. Kamera yang saya gunakan ialah Xiaomi Yi, karena selain harganya murah juga aksesorisnya dapat dengan mudah kita jumpai diberbagai toko kamera untuk melengkapi 'persenjataan' kamera saya ini. Berikut Tips membeli action cam dengan harga murah.

1. Seringlah membaca
Hal pertama yang dilakukan untuk mendapatkan barang dengan harga dengan murah yakni membaca. Ya, kita harus membaca artikel yang berhubungan dengan barang yang kita cari semisal action cam. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui berapa harga barang, spesifikasi, hingga rentang harga jual kembali semisal kita sudah bosan atau sekedar ingin upgrade kamera.

2. Bandingkan harga
Pastikan perbandingan harga barang antara toko online ataupun toko offline (red. toko konvensional) kamu ketahui. Membeli action cam di toko offline untuk mendapatkan barang lebih cepat memang bagus, namun toko online biasanya memberikan harga yang relatif lebih murah daripada toko offline dengan ketersediaan barang yang mencukupi dengan banyak toko yang bisa dijumpai dengan hanya bermodal klik.

Toko offlline memang masih banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dengan alasan bisa melihat barang langsung dan mempunyai lokasi toko yang jelas jika terjadi sesuatu dengan barang yang kita beli. Namun toko online yang 'kredibel' dan 'terpercaya' biasanya juga menerapkan layanan yang prima sehingga memudahkan pelanggan jika terjadi sesuatu terhadap barang yang kita beli.

Tampilan website beberapa toko online.
3. Dapatkan harga diskon atau voucher
Pastikan untuk selalu update informasi terkait diskon atau voucher pada toko penjual action cam yang akan kamu beli. Jika kamu lebih menyukai toko online, pastikan anda berlangganan informasi terkait toko tersebut dengan menyertakan alamat email kalian. Hal ini dilakukan agar segala informasi seputar event, diskon atau voucher bisa langsung dikirim ke email kalian. Biasanya pada hari ulang tahun toko, hari besar keagamaan, atau hari-hari tertentu banyak toko yang memberikan diskon besar-besaran. Pastikan kamu siap!

4. Ikuti Flash Sale!
Pada acara-acara tertentu, ada kalanya toko online mengadakan flash sale untuk barang tertentu. Pastikan action cam kamu ada dalam daftar flash sale. Namun perlu diingat bahwa pada event ini kamu akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelanggan lain yang juga akan berebut barang-barang yang ada dalam daftar flash sale mengingat harganya yang bisa jauh lebih murah dari harga normal.
Maka dari itu pastikan kamu mengatahui jadwal flash sale, sehingga tidak ketinggalan dan kehilangan barang yang kamu incar. Pastikan juga jaringan internetmu lancar tanpa lelet agar proses 'rebutan' yang kamu lakukan nantinya lancar tanpa hambatan. So,persiapan itu penting sob!

Dengan cara-cara diatas saya berhasil mendapatkan Yi Cam basic edition dengan harga miring, yakni 900 ribu. Sedangkan harga normal Yi Cam dibeberapa toko offline di Surabaya bisa mencapai satu jutaan lebih. Jadi, lebih murah kan. Itu pun bisa lebih murah jika saya bisa lebih cepat dari orang lain, karena barang yang saya incar out of stock terlebih dahulu karena banyaknya peminat.

Nah dari beberapa tips diatas yang telah saya sampaikan dan saya praktekkan sendiri, semoga berguna juga buat kamu agar bisa mendapatkan action cam impian dengan harga yang lebih murah. Terlebih bagi kita yang berkantong tipis, memang haruslah cerdas dalam hal berbelanja.
Be a smart buyer..

Taman Paseban, Oase Di Tengah Krisisnya Taman Di Bangkalan

4:26:00 AM 1
Taman Paseban di Kabupaten Bangkalan
Setelah sekian lama hanya lewat dan tak sempat mengunjungi Taman Paseban di Bangkalan, akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke taman yang baru selesai direnovasi pada akhir tahun 2015 lalu. Sabtu pagi (23/01), tepatnya pukul 9.00 WIB. Ditemani oleh teman satu komunitas blogger Madura (red. Plat-M), Mbak Riska dan Kak Yanto yang merupakan pasangan blogger.

Sekilas jika dilihat dari kejauhan, taman ini cukup menarik dikunjungi karena warna taman yang memang sangat eksentrik sesuai dengan karakter orang Madura. Ya, merah dan kuning menjadi warna cat yang mendominasi di taman ini. Hijaunya pohon gombor turut mengiasi kecantikan taman yang memang dua kali lipat lebih besar dari Taman Paseban sebelum direnovasi.

Selain pasangan blogger, tak lupa teriknya sinar matahari turut menamani. Cukup panas memang untuk sinar matahari pada pukul 9 pagi, namun hal tersebut tak menyurutkan niat saya untuk menjelajahi taman di Kota sendiri. Sesampainya di taman, sepeda pun saya parkir. Saatnya menjelajah taman yang ukurannya mungkin tak lebih dari 2 hektar.
 
Pintu masuk (Gerbang Utama) Taman Paseban.
Kaki pun memulai langkahnya menapaki barunya jalanan taman. Mata seolah tak lepas memandangi taman layaknya intel kepolisian yang sedang mengawasi pelaku kejahatan. Hmm.. not bad. Taman yang menurut saya bernuansa baru bagi Kabupaten Bangkalan. Namun karena memang hari sabtu dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 10, maka tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.

Sekilas mata memandang, di taman ini terdapat jalanan memutar yang bisa dilalui oleh pejalan kaki. Yaps, hanya pejalan kaki. Sepeda atau pun kendaraan lainnya hanya bisa masuk sebatas tempat parkir saja. Di dalam taman juga terdapat air mancur yang ukurannya tidak terlalu besar, juga 'gazebo' berupa paseban atau tempat peristirahatan bagi pengunjung yang ingin berteduh ataupun beristirahat.

Setelah mengelilingi taman, saya merasa ada yang kurang. Hmm ya! memang tak lengkap rasanya jika berkunjung ke taman namun sepi pengunjung. Maka dari itu saya putuskan untuk pulang dan berkunjung lagi esok dihari minggu pagi, yang biasanya memang ramai pengunjung.

Skip Skip. Akhirnya hari minggu tiba. Waktunya menyiapkan 'persenjataan'. Ya, kamera dan segala pendukungnya memang wajib saya bawa jika berkunjung kemanapun. Setelah dirasa siap, waktunya berangkat! Kukayuh sepeda gunung, namun ngga lewat gunung, melainkan jalanan aspal yang basah oleh hujan pada dini harinya.

Jarak dari rumah ke Taman Paseban memang ngga begitu jauh, sekitar 100 meter. Letaknya yang strategis di tengah kota dan berhadapan dengan Masjid Agung jelas membuat taman ini eksis. Dihari minggu, pengunjung yang datang bisa berkali-kali lipat dari hari biasa. Moment seperti ini tentu tak mungkin di sia-siakan oleh para pedagang atau penjaja makanan untuk mengais rejeki dari adanya taman ini, terlihat dari berjejernya pedagang yang ada di sepanjang jalanan pinggir taman mulai dari penjual makanan, minuman, hingga penjual ikan hias.

Saya coba mencicipi jagung rebus yang dijajakan pedagang karena memang situasi kondisi yang mendukung, mulai dari perut yang laper hingga kondisi cuaca yang memang tak sepanas hari kemarin, lebih 'adem'. Namun taman tetap ramai. Terlihat muda-mudi yang tak lupa berfoto selfie. Pengunjung yang hadir mulai dari yang muda hingga tua, namun anak remaja masih mendominasi keramaian taman.

Jagung yang tadi saya beli akhirnya habis saya makan, namun saya bingung membuang sisa batang jagung ini kemana karena memang tak terlihat adanya tempat sampah yang mudah ditemui. Hingga saya putuskan untuk membuangnya ditumpukan sampah yang berada di samping taman. Saya pikir ini sebuah kekurangan, karena terlihat sampah bertebaran dimana-mana. Mungkin karena susahnya tempat sampah untuk ditemui.

Suasana di Taman Paseban
Selain tempat sampah, kolam yang berada di dalam taman juga seperti kurang terurus atau mungkin belum sempat selesai pengerjaannya karena memang terlihat kurang elok dipandang mata. Rumput di tengah taman juga mulai rusak dan berlumpur. Sepertinya memang perlu adanya perawatan dan penjagaan yang rutin dan intensif oleh pihak pengelola taman.

Saya rasa dengan adanya Taman Paseban di Bangkalan merupakan sebuah oase ditengah krisis dan minimnya taman yang fungsional di Kabupaten Bangkalan, sehingga adanya taman ini patut rasanya untuk di apresiasi. Namun dibalik itu semua, perlu adanya sinergi antara masyarakat dan pemerintah setempat untuk saling menjaga dan merawat taman agar kelak bisa menjadi taman yang mempunyai banyak prestasi yang kelak membanggakan Kabupaten Bangkalan layaknya Taman Bungkul di Kota Surabaya.

Tak berhenti hanya di Taman Paseban, saya berharap semakin banyak taman-taman yang dibangun kedepannya untuk mempercantik 'wajah' perkotaan di Kabupaten Bangkalan. Mungkin ngga hanya di kota, kalau perlu hingga ke desa. Itu semua tentu untuk kemajuan Kabupaten Bangkalan yang makin baik.

Yang Pertama di Tahun 2016

6:37:00 PM 2
Hai.. setelah sekian lama vakum untuk update di dunia blogger, akhirnya diawal tahun ini saya muncul kembali dengan blog baru dan domain baru. Doakan saja ya semoga ini adalah yang terakhir kali gonta-ganti blog, agar saya bisa lebih fokus dan selalu update dalam blog ini. Yah, memang hal tersebut menjadi salah satu resolusi saya ditahun ini dan semoga dapat dijalankan serta dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Hehe.

Oh iya buat yang belum tahu, blog ini bakalan membahas apa aja sih? ya tentunya ga jauh-jauhlah dengan keseharian saya yang seorang mahasiswa dengan beberapa pengalamannya. Tentunya akan saya update perjalanan saya yang 'mungkin' memang layak menurut saya untuk saya bagikan kepada kalian.

"emangnya keseharian elu ngapain aja sih? kok kayak penting banget buat dibagiin di blog". - Sebut saja Hamba Allah, 22 tahun.

Hmm.. penasaran ya? makanya pantengin aja terus. Hehehe..
Oke, salam hangat buat kalian semua. Hidup harus selalu optimis, karena memang akan selalu ada yang pertama.

Aldy.